Jumat, 09 Maret 2012

Gen Khusus Perlambat Penuaan Lalat

Ahli biologi dari Universitas California Los Angeles (UCLA), Amerika Serikat, menemukan gen PGC-1 penghambat proses penuaan lalat buah (Drosophila melanogaster). Gen ini meningkatkan aktivitas mitokondria: organ sel penghasil energi utama pengontrol pertumbuhan dan memberi tahu sel kapan hidup atau mati.

Asisten profesor biologi integratif dan fisiologi UCLA, David Walker, mengujikan gen PGC-1 dengan menempatkannya di jaringan lain pada lalat buah. Hasilnya, saat PGC-1 ditempatkan pada saluran pencernaan lalat, lalat hidup lebih lama, hingga 50 persen usia hidupnya yang umumnya hanya dua bulan.

”Hasil ini tak tampak ketika gen PGC-1 ditempatkan pada jaringan syaraf, otot, dan jaringan lain,” katanya, Rabu (9/11).

Selama ini, para ahli berpikir penuaan dapat dihambat lewat jaringan otak atau jantung. Ternyata, usus berperan besar menghambat penuaan, bukan hanya dalam penyerapan makanan. Usus juga menghambat racun dan patogen dari lingkungan.

Gen ini bisa untuk obat-obatan melawan penyakit terkait penuaan, seperti alzheimer, parkinson, kanker, dan jantung. (SCIENCEDAILY/MZW)

referensi :

http://sains.kompas.com/read/2011/11/15/1152220/Gen.Khusus.Perlambat.Penuaan.Lalat

Anak Lebih Rentan Sakit Kulit Jika Ibu Merokok Waktu Hamil

Racun yang terkadung dalam asap rokok sangat mengganggu pertumbuhan janin dalam kandungan. Kalaupun tidak cacat, masih ada bahaya lain yang tidak kalah memalukan yakni menjadi lebih rentan terkena penyakit eksim atau radang kulit.

Anak-anak yang terpapar asap rokok sejak berada dalam kandungan lebih rentan kena eksim karena daya tahan tubuhnya tak sebagus anak lain sebayanya. Hal yang sama juga terjadi pada anak-anak yang mengidap asma dan alergi atau lebih rentan kena infeksi saluran napas karena ibunya merokok waktu hamil.

Untuk membuktikan hal itu, para peneliti dari American Academy of Allergy, Asthma & Immunology melakukan pengamatan terhadap 1.400 anak berusia 2 bulan hingga 18 bulan. Para peneliti menelusuri riwayat kesehatan anak-anak tersebut, lalu membandingkannya dengan kebiasaan orangtua semasa hamil.

Hasil pengamatan menunjukkan, anak-anak yang ibunya merokok pada trimester ketika atau 3 bulan terakhir masa kehamilan cenderung lebih rentan kena eksim. Risikonya juga meningkat jika ibunya merokok pada trimester pertama dan kedua, namun peningkatan terbesar terjadi di trimester ketiga.

"Paparan tembakau pada trimester ketiga kehamilan mempengaruhi perkembangan daya tahan tubuh, yang membuat anaknya rentan kena eksim di masa pertumbuhan," kata Dr Kenji Matsumoto yang memimpin penelitian itu.

Eksim atau eksema atau dermatitis merupakan kodnisis peradangan kulit yang dicirikan dengan pembentukan lepuh dan gelembung kecil berisi cairan. Gelembung-gelembung tersebut terasa gatal, padahal kalau digaruk bisa pecah dan akan memperparah infeksi.

Pengobatan untuk penyakit kulit ini antara lain dilakukan dengan mengoleskan krim antiradang dengan kandungan kortikosteroid. Jika pemicunya adalah infeksi jamur atau mikroba yang lain, maka pengobatannya juga memakai antibiotik yang sesuai.

referensi :
http://health.detik.com/read/2012/03/05/132854/1858020/1299/anak-lebih-rentan-sakit-kulit-jika-ibu-merokok-waktu-hamil